Senin, 15 Juni 2009

RASAMALA : Menuai harapan dari sebatang pohon lokal

Bantius seorang dokter VOC yang meninggal tahun 1631, bersama ahli botani kebangsaan Belanda “ Jungkam “ dalam tulisan nya yang berjudul Historiae Naturalis & Mediceae indiae Indische Eik, mengisahkan bahwa pohon rasamala yang tumbah di sekitar kampung keramat batavia oleh penduduk sekitar tidak ditebang karena pohon tersebut di anggap keramat, mungkin dikarenakan babakan atau kulit kayu rasamala mengeluarkan harum yang lazim di buat setangi ( sebagai pelengkap pengharum dalam ritual dan upacara 2 adat kuno).
“pohon rasamala yang tidak ditebang karena dianggap keramat” merupakan upaya kesadaran ataupun ketidaksadaran masyarakat setempat dalam melestarikan lingkungan berdasar atas kekayaan kebudayaan local. Hal Ini terjadi karena pengetahuan masyarakat local dalam memahami mampaat dan kegunaan tanaman yang tumbuh di sekitarnya dalam menunjang kehidupan & kebudayaan sosial.
Dibeberapa daerah hal serupa terbukti efektip dalam melestarikan ekosistem dan keaneka ragaman hayati, “ leweng larangan “ yang di kenal oleh masyarakat sunda merupakan bentuk perlindungan terhadap hutan sehingga kelestarian ekosistem yang ada didalam nya cukup terjaga dengan tidak membatasi fungsi hutan sebagai pemberi kehidupan terhadap masyarakat disekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar